Jumat, 18 Februari 2011

CloseHead





 Closehead dibentuk pada tanggal 18 Januari 1997 , bermula dari ide sekelompok anak muda penuh semangat yang menyukai musik yang beraliran Melodic Punk, maka terbentuklah sebuah band yang bernama Closehead.
Pada awal terbentuknya Closehead, banyak dipengaruhi oleh band-band luar yang bergenre Melodic Punk seperti Not Available, MXPX, Blink 182, dan band lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, Closehead mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dengan harapan semua orang dapat menerima lagu-lagu yang mereka ciptakan.
Dalam perkembangannya untuk menciptakan suatu band yang solid, Closehead banyak melakukan beberapa perombakan dalam segi formasi band. Terhitung selama kurang lebih 6 tahun telah, terjadi pergantian personil sebanyak 5 kali, yang membuat musikalitas mereka berkembang menuju titik yang solid.
Setelah melalui berbagai perkembangan musik khususnya di kota Bandung dan tampil dalam berbagai event musik, Closehead mulai mencoba menampilkan warna musik mereka sendiri. Dan setelah mengikuti beberapa kompilasi yang bergenre Melodic Punk di Bandung, Closehead akhirnya menghasilkan sebuah mini album (EP) yang dirilis pada bulan Juli 2002 oleh My Own Deck Records dengan menampilkan 5 lagu andalannya. Dan di Bandung sendiri, lagu Closehead telah masuk dalam request line beberapa radio swasta terkemuka di Bandung, dan sebuah lagu Closehead yang bertitle ‘Eat My Holiday’ sempat menjadi top chart Indie di sebuah radio swasta terkemuka di kota Bandung.
Pada pertengahan tahun 2007 Closehead mengeluarkan Split album bertitle “DiscoPunkHead”, dan sebuah singlenya berjudul “Berdiri Teman” kembali masuk top request line radio-radio swasta terkemuka di Bandung, hingga tahun 2008 ini single tersebut masih masuk top request radio-radio swasta bandung dan beberapa kota lainnya, dilanjutkan dengan Kompilasi Family Vol.1 Distro Linoleum dan Nu Buzz.1 Prambors 2008.
Saat ini CloseHead sedang dalam proses pembuatan full Albumnya. Adapun visi dan misi Closehead sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia, menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan serta mampu menghibur, khususnya kalangan muda yang banyak mengalami dinamika perkembangan zaman dan menampilkan performa terbaik bagi para pendengar Closehead baik dalam live stages maupun dalam karya musik (materi lagu) yang Closehead hasilkan.

Selasa, 15 Februari 2011

Alesana


With humble beginnings in Baltimore and then solidifying their lineup in Raleigh, North Carolina, the genre-blending quintet called alesana has come a long way in order to bring you their musical vision and incendiary live performance. Exploring the heights of love and the lows of heartbreak and bitterness that often follow, alesana's music strikes a universal chord with audiences around the world. Fans embrace the emotional sincerity and undeniable intensity of the music while reveling in the reckless abandon with which alesana performs. Formed in October 2004 when guitarist/vocalist Shawn Milke, guitarist Patrick Thompson, vocalist Dennis Lee, bassist Steven Tomany, and drummer Daniel Magnuson, alesana quickly became a staple of the burgeoning Raleigh post-hardcore scene. Metal and hardcore fans were drawn to alesana's gut-wrenching vocals, solid riffs, blasting double bass and intelligent breakdowns. Progressive fans were drawn to their cascading song structures and deft control of dynamics, and emo/pop punk fans were drawn to their catchy hooks and heartfelt lyrics. In May 2005, alesana signed with Tragic Hero Records and began work on their debut EP. The disc "Try This With Your Eyes Closed" was released in mid-June 2005 to an ever-expanding fan base eager to take alesana home with them. Word-of-mouth, internet promotion and online sales have given fans around the world access to alesana, landing the EP in Europe, Australia, Central America and across the nation. Since the release, alesana has been hard at work playing shows across the region (including the Cornerstone Festival and an episode of the MTV series "My Super-Sweet Sixteen") and writing new material for their first full-length release. xoxo alesana

Minggu, 13 Februari 2011

Secondhand Serenade

Sama seperti Lima untuk Memerangi atau Dashboard Confessional, Secondhand Serenade adalah nama proyek untuk penyanyi solo artis, / penulis lagu John Vesely. Dibesarkan di San Francisco Bay Area dalam keluarga musik yang termasuk jazz profesional ayahnya musisi, Vesely menghabiskan beberapa tahun bermain bass di band-band lokal sebelum mengambil gitar akustik dan memusatkan perhatiannya pada penyusunan bahan asli. Daripada melepaskan materi baru di bawah namanya, Vesely memilih untuk kelompok mereka di bawah moniker yang berbeda, Secondhand Serenade, yang dibayarkan mengacu pada gagasan bahwa semua lagu otobiografinya diarahkan pertama dan terutama kepada istrinya (dan dengan demikian sisa nya penonton pengamat untuk mereka pas de deux). 
Vesely rekaman album debutnya, Awake, pada tahun 2005, awalnya melepaskan diri disk dan penjualan secara online melalui / halaman MySpace dan / iTunes. Buzz Internet menyebabkan kesepakatan dengan Glassnote Records, yang merilis versi diperluas Awake pada bulan Februari 2007. Stewart Mason, Rovi

Rocket Rockers






998 (Soeharto lengser, sebuah band pop punk lahir di Bandung)
Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.
1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)
Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.
2000 (1st Compilation)
Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalam sebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.
2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.
2002 (1st Album….BOOM!)
Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebut mencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.
2003 (Menembus layer lebar)
Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.
2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)
Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.
punk not dead the movie
2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)
Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rock selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkan betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival.
Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.
Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along. Request di internetpun membludak.
2007 (Resign from Sony/BMG)
 Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola oleh Tom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalin kerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kurang lebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMG dikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. Akhirnya Rocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.
2008 ( …..a Better Season)
* Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.
* Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.
* Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor, lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.
* Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top request di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari: Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.
* Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.
* Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.
* Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.
* Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.                                     * Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.

Five Minutes




 Grup asal Bandung yang kerap mengenakan sarung, Five Minutes kemarin mengeluarkan album terbaru bertajuk “Rockmantic” di Hard Rock Kafe. Dalam album keenam ini perubahan terjadi khususnya pada jenis musik serta para personilnya.
Unsur pop rock sangat kentara sekali namun cerita tentang cinta tetap menjadi jualan grup yang beranggotakan Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Aria Yudistira (drum) dan Rulhilman (gitar).
Penggarapan album ini memakan waktu cukup lama yakni rentang antara pertengahan Maret 2004 hingga Maret 2007. Hal tersebut dilakukan supaya hasil yang diperoleh memuaskan. Lantaran perubahan para personil maka sektor sound pun berubah. Pengaturan dan pengisian sound disesuaikan dengan konsep musik yang dipegang saat ini sehingga perbedaan mencolok terlihat pada karakter vokal dan pengisian intrumen pada umumnya.

Selasa, 08 Februari 2011

Peterpan

peterpan
peterpan
Grup band Peterpan satu ini sangat digandrungi oleh banyak remaja khususnya bagi cewek-cewek. Dengan kualitas vocal yang baik, lirik-lirik yang menyihir, juga ketampanan disetiap personilnya. Grup band yang berasal dari Kota Kembang Bandung Jawa Barat, beranggotakan Ariel, Mohammad Kautsar Hikmat, Ilsyah Ryan Reza, Loekman Hakim, Andika Naliputra Wirahardja dan Indra.
Andika dan Indra dipecat dari grup musik Peterpan pada bulan November 2006 lalu dan sekarang sudah mendirikan grup band baru. Dikarenakan adanya perbedaan prinsip kreativitas, sementara Ariel mengungkapkan telah ada masalah sejak peluncurkan album pertama, Taman Langit. Bahkan Andika dan Indra juga mengaku sudah keluar dari Peterpan sejak 8 Oktober 2006.
Peterpan mengeluarkan banyak album antara lain : Taman Langit, Bintang di Surga, Video Karaoke Peterpan-Sahabat Peterpan dan OST. Alexandria.
Peterpan meluncurkan album bertajuk HARI YANG CERAH yang akan didistribusikan di Indonesia dan Malaysia pada Mei tahun lalu . Dan tunggu saja grebakan lain ditahun ini.

J-Rocks










J-Rocks adalah grup musik asal Indonesia yang mengambil aliran Japanese pop/rock dan berdiri sejak tahun 2003. J-Rocks digawangi oleh Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum).
Pada tahun 2005, mereka
merilis album perdana TOPENG SAHABAT di bawah label Aquarius Musikindo. Mereka juga mengisi dua lagu di album OST DEALOVA yaitu Into the Silent dan Serba Salah. Dua tahun kemudian, J-Rocks mengeluarkan album kedua, SPIRIT, yang menampilkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock ‘n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), Blues, Classic. Pada album kedua ini,
J-Rocks menggandeng Prisa.
Musik J-Rocks sempat
mendapat kritik karena dinilai meniru band Jepang L’Arc~en~Ciel.
J-Rocks, band Indonesia
yg musiknya sangat terinpirasi dengan musik Jepang, merilis album barunya yg dikasih judul Spirit. Ini adalah album kedua mereka. Sebelumnya J-Rocks pada tahun 2005 sudah merilis album perdana yg dikasih judul Topeng Sahabat. Kehadiran band J-Rocks di belantika musik Indonesia memang sempat mengundang reaksi di mana-mana. Terlebih para fans musik Jepang. Mereka dengan mudah menuduh bahwa J-Rocks adalah band jiplakan L’Arc~en~Ciel [Laruku], salah satu band Jepang yg paling dikenal di Indonesia sini. Dan juga lagu-lagu yg diciptakan J-Rocks sangat familiar sekali musiknya dengan lagu-lagunya Laruku. Semenjak itu dimulailah aksi hujat terhadap kehadiran band ini.
Dan
akhirnya hal tersebut menjadi kenyataan di album Spirit iniMereka memainkan dengan rapi dan kompak. Dengan komposisi musik yg terasa matang, aku yakin pendengar tidak akan merasa cepat bosan dan jenuh jika didengar secara terus-terusan..Sekilas profile J-Rocks, band ini terdiri atas 4 orang personil. Mereka adalah Iman pada posisi vokal merangkap gitar, Sony pada gitar, Wima pada bass dan terakhir tentunya Anton yg menjadi drummer. Sebelum berkesempatan merilis album pertama, J-Rocks sering partisipasi di setiap acara festival. Akhirnya sampai ada sebuah kompetisi musik yg diselenggarakan oleh Nescafe. Di ajang ini, J-Rocks menjadi juara 1 dan msing-masing personilnya meraih penghargaan best vokalis, best gitaris, best bassist dan best drummer. So, J-Rocks ini bisa dikatakan band yg mempunyai skill handal, bukan band anak kemarin sore….

Alone At Last





Alone At Last (AAL) adalah band indie yang lahir di Bandung, Indonesia pada tahun 2002 dengan hits lagunya "Muak Untuk Memuja". Label rekamannya adalah absolute records. Alone At Last merelease E.p album yang berjudul Sendiri VS Dunia (2004) dan album terbarunya adalah "Jiwa" (2008). Band Alone At Last yang beranggotakan yas (vocal), ubey (bass/back vocal), ucay (guitar/back vocal ), indra (guitar/back vocal), athink (drum) ini adalah salah satu band indie yang terkenal dikalangan remaja.

Afgan

 




Afgan sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya. Lahir di Jakarta, 27 Mei 1989, ia besar dalam keluarga penikmat musik, yang kemudian membuka kesempatan dirinya mengembangkan karir. Sebelum lanjut ke Profil Afgan, jika temen - temen mau melihat Chordnya bisa dilihat di (Top Pringkat Lagu) Jika tidak, tidak Usah di Klik he2x. berikut lanjutan Profil Biografi Afgan dari pada ngelantur semakin jauh tuchh personilnya The virgin di tangan ku haha....,

Karir solo Afgan yang semakin menanjak ditandai dengan prestasi yang diraihnya di belantika musik Indonesia. Dalam ajang Anugrah Musik Indonesia 2009, Afgan meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta.

Sukses di album perdana, membuat Afgan ingin memberikan yang terbaik pada album keduanya. Album keduanya bakal rilis pada Agustus 2009. Di sini Afgan akan mengusung musik tahun 60-an.

Prestasi Afgan di bidang tarik suara tak hanya bergema di dalam negeri. Namun juga sampai di negeri Jiran, Malaysia. Ia masuk menjadi nominasi ajang Anugerah Planet Muzik 2009.

Lagu Bukan Cinta Biasa tak hanya terkenal di dalam negeri tapi juga sampai negeri Jiran, Malaysia. Sayangnya lagu ini dibajak di negara tersebut. Sementara itu, pihak label rekaman tengah berusaha menindaklanjuti kasus ini. Jika tidak ada jalan keluar, label rekaman bakal menuntut operator Malaysia, Maxis sebesar US$10 juta

Agnes Monica




Agnes Monica Muljoto atau yang lebih dikenal dengan nama Agnes Monica adalah salah satu selebriti multi-talenta di Indonesia. Dirinya mengawali karir sebagai penyanyi dan presenter cilik sebelum akhirnya merambah dunia seni peran lewat sinetron ‘Pernikahan Dini’ pada tahun 2001 silam. Sinetron itu meledak dan semakin melambungkan namanya di jajaran selebriti papan atas tanah air.
Demi kelangsungan karirnya, Agnes rela meninggalkan bangku kuliahnya di jurusan Hukum Universitas Pelita Harapan pada akhir 2006 silam. Namun bukan berarti ia tidak berprestasi di bidang pendidikan. IP (Index Prestasi) terakhirnya adalah 3,67. Nilai yang hanya bisa diraih oleh mahasiswa yang cerdas dan cemerlang. Namun tidak berhenti di situ, pada tahun 2009 Agnes kembali ke bangku kuliah, kali ini ia mengambil jurusan Political Science di Ohio State University. Agnes menjalani perkuliahan secara Distance Education (pendidikan jarak-jauh).
Kehidupan pribadi Agnes jarang terendus media. Ini merupakan prestasi tersendiri juga bagi dara keturunan Tionghoa ini. Jarang ada gosip miring berhembus tentang dirinya kecuali kedekatannya dengan sejumlah pria seperti Afgan, Bams SamsonS dan Rezky Aditya. Selebihnya, Agnes tergolong selebriti yang ‘bersih’.
Berikut rentang perjalanan karir Agnes Monica dari awal hingga sekarang :
1995-2000
Ini merupakan langkah awal dari jejak karir Agnes Monica. Diawali sebagai penyanyi dan presenter cilik, Agnes sukses dengan mengeluarkan sejumlah album seperti Si Meong, Yess dan Bala-Bala, dan membawakan sejumlah acara anak-anak seperti Video Anak Anteve (VAN), Diva Romeo Trans TV dan Tralala Trilili. Pada tahun 1999 Agnes berhasil menyabet penghargaan sebagai presenter anak-anak dan remaja terfavorit di sebuah ajang penghargaan stasiun TV ternama.
2001-2002
Pada tahun ini, Agnes mewarnai masa remajanya dengan meniti karir gemilang di bidang akting. Sinetron Pernikahan Dini yang dibintanginya bersama Sahrul Gunawan melejit hingga meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Dirinya pun turut menerima penghargaan sebagai Artis terfavorit dua kali berturut-turut pada Panasonic Award 2001 dan 2002. Karir gemilangnya di dunia seni peran ini berbanding lurus dengan karirnya sebagai penyanyi. Dua soundtrack sinetron yang dibintanginya itu, yakni bertajuk Pernikahan Dini dan Seputih Hati, menuai tanggapan positif dari masyarakat.
2003-2004
Agnes merubah imej remajanya menjadi lebih dewasa. Ditandai dengan merilis album berjudul And The Story Goes, yang juga merupakan album dewasa pertamanya. Album ini mulai digarap pada 8 Oktober 2003 dan melibatkan sejumlah musisi papan atas Indonesia seperti Melly Goeslaw dan Ahmad Dhani. Album ini sukses dan menghasilkan 3 penghargaan Panasonic Awards pada Agnes. Tidak hanya itu, lewat album ini Agnes juga mendapat penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik dari MTV dan sejumlah penghargaan luar negeri lain.
Tahun 2004 Agnes membintangi beberapa judul sinetron seperti Cewekku Jutek dan Bunga Perawan. Aktingnya yang cemerlang kembali berbuah penghargaan, kali ini dari SCTV Awards sebagai Aktris Ngetop.
2005-2007
Agnes merilis album keduanya berjudul …Whaddup, A? pada tahun 2005. Seperti album sebelumnya, album ini juga sarat kolaborasi musisi-musisi ternama, salah satunya adalah kolaborasi dengan penyanyi R&B ternama, Keith Martin. Gelar demi gelar pun mengalir ke pelukan Agnes pada medio tahun ini. Di antaranya adalah tiga piala AMI Awards sebagai Artis Pop Solo Wanita Terbaik, Produksi R&B Terbaik, dan Desain Sampul Album Terbaik. SCTV Awards juga menganugerahi Agnes penghargaan sebagai Album Pop Solo Terbaik. Belum lagi serangkaian penghargaan dari VMA, MTV dan gelar prestisius sebagai Artis Fenomenal Generasi Baru Musik Indonesia dari PAPPRI.
Pada tahun 2006 Agnes merambah dunia akting internasional dengan berperan dalam sebuah film seri produksi Taiwan berjudul The Hospital. Dalam film ini Agnes mendapat kesempatan untuk beradu akting dengan personil F4 Jerry Yan, meski perannya bukan merupakan peran utama. Agnes juga mendapatkan sedikit peran di film produksi Taiwan lainnya, Romance In The White House.
Pada pertengahan Mei 2007, Agnes menjadi pembuka konser grup boyband ternama dunia Boyz 2 Men di Istora Senayan Jakarta. Bahkan pada awalnya ia direncanakan akan berkolaborasi dengan boyband kulit hitam yang tersohor itu, walau akhirnya batal karena kurang persiapan.
Pada tahun ini juga Agnes menyalurkan jiwa sosialnya dengan menjadi Duta Anti Narkoba se-Asia. Dirinya ditunjuk oleh DEA (Drugs Enforcement Administration) dan IDEC Far East Regio, dua organisasi yang melawan penyebaran narkoba internasional.
2008-sekarang
Awal tahun 2008 silam Agnes kembali berakting dalam sinetron Jelita. Selain itu dirinya juga menyanyikan lagu soundtrack untuk sinetron ini. Lagu bertajuk ‘Matahariku’ itu membawa Agnes kembali menyabet sejumlah penghargaan bergengsi. Di antaranya adalah Most Favorite Female pada MTV Indonesia Awards 2008 juga sempat diraihnya. Lagu ‘Matahariku’ juga meraih penghargaan Platinum dengan penjualan ringbacktone sebanyak 1,5 juta. Pada bulan September 2008, Agnes mengangkat nama Indonesia di pentas dunia. Dirinya meraih penghargaan sebagai Best Asian Artist dan Best Performance pada Asia Song Festival 2008 di Seoul, Korea Selatan.
Tahun 2009, setelah hampir 10 tahun berkarir di dunia hiburan, pesona Agnes bukannya padam, malah semakin menguat. Pada 16 Maret 2009, ia merilis single ‘Teruskanlah’ yang menjadi hits, dan juga merilis album Sacredly Agnezious yang terjual sebanyak 1 juta kopi. Pada tahun itu juga kabar menyebutkan Video Klip Aglagu ‘Matahariku’ telah dilihat sebanyak 3 juta kali di situs Youtube. Kemudian penghargaan bergengsi MTV kembali diraihnya. Agnes berhasil meraih dua dari empat penghargaan MTV Awards 2009 yang menominasikan dirinya.Kemudian dirinya kembali terpilih untuk mewakili Indonesia di Asia Song Festival 2009. Agnes juga mengadakan sebuah konser tunggal bertajuk Dancing Queen yang merupakan tribute pada grup legendaris ABBA. Konser tersebut diarahkan oleh Andi Rianto.
Tahun 2010 Agnes belum berhenti meraih prestasi dengan talenta suaranya. Dirinya menyabet gelar Penyanyi Solo Wanita Terbaik, Album Terbaik kategori Pop, dan Album Terbaik-Terbaik pada AMI Awards 2009. urusan sosial juga tidak terlupakan oleh Agnes, dirinya adalah Duta MTV Exit (End Xploitation& Traficking) dan Duta LG Elektronik Indonesia saat ini. Tak lupa juga dirinya kembali berkarya di bidang musik. Sebuah single bertajuk Ku Tak Sanggup dirilis pada tahun ini. Lagu tersebut merupakan lagu karangannya sendiri.
Pada 21 November mendatang, Agnes Monica akan menjadi orang indonesia pertama yang menjadi Host acara American Music Awards. Hal ini seakan menjadi pembuktian bahwa mantan penyanyi cilik ini kini telah sukses menjadi Diva Indonesia sarat prestasi yang diakui dunia internasional. Cuma ada satu kata untuk hal itu. Salut!

Justin Bieber

justin bieber

Siapa sih yang gak kenal ama Justin Bieber? Dia yang bernama lengkap Justin Drew Bieber ini (lahir 14 Maret 1994) adalah seorang penyanyi asal Stratford, Ontario, Canada. Ia memulai karir profesionalnya lewat YouTube, saat Scooter Braun, yang sekarang menjadi managernya, menemukan bakatnya. Braun menerbangkan Bieber ke Atlanta, Georgia untuk berkonsultasi dengan Usher dan setelah itu menandatangani kontrak bersama perusahaan rekaman Island Records.

Pada Juli 2009, debut single Bieber yang berjudul "One Time" dirilis (lihat lirik lagu Justin Bieber One Time). Single tersebut berhasil menduduki posisi ke 12 dalam Canadian Hot 100 dan posisi 26 di the Billboard Hot 100. Album debutnya "My World" sudah dirilis 17 November 2009 silam.


Usia Bieber menginjak 12 tahun saat ia mengikuti lomba menyanyi di Stratford, dan mendapat juara kedua. Ia belajar memainkan instrumen musik seperti piano, drum, gitar, dan terompet secara otodidak. Pada akhir 2007 Justin dan ibunya mulai memposting video ke YouTube sehingga keluarga dan teman-temannya dapat menyaksikan ia bernyanyi. Lagu yang ia nyanyikanpun merupakan lagu-lagu yang aslinya dinyanyikan oleh penyanyi kenamaan seperti Usher, Stevie Wonder, Ne-Yo, Justin Timberlake, dan Michael Jackson.

Scooter Braun, seorang marketing executive pada So So Def, menemukan videonya dan menerbangkan Bieber ke Atlanta, Georgia dimana ia bertemu dengan penyanyi R&B dan penulis lagu Usher. Seminggu kemudian Justin Bieber mendapatkan kesempatan untuk bernyanyi di depan Usher, dan Usher menyukainya. Kemudian ia memberikan kesembatan Bieber mengikuti sebuah audisi di perusahaan rekaman Island Records yang kemudian ditandatanganinya pada Oktober 2008. Justin Timberlake dilaporkan juga mengincar Bieber untuk masuk ke dalam management artistnya, namun sayang Bieber sudah terkontrak dengan Usher.

Senin, 07 Februari 2011

Lady Gaga



 Lahir 20 Maret 1986, Stefani Germanotta menghadiri sekolah Biara Hati Kudus di New York. Sebagai seorang remaja ia mulai menulis lagu dan bermain malam mic terbuka di klub di Manhattan. Sementara di SMA ia dilakukan di berbagai drama dramatis dan musikal. Pada usia 17, Stefani dibawa ke Tisch School of Arts di New York University.
Melalui koneksi klub di Lower East Side, Manhattan, Stefani Germanotta bertemu dan mulai bekerja dengan produser Rob Fusari pada tahun 2006. Itu Fusari yang membantu menciptakan nama panggung Lady GaGa dengan inspirasi dari hit klasik Queen's "Radio GaGa." Ini adalah referensi untuk berbagi semangat flamboyan Queen's Freddie Mercury. Lady GaGa juga bergabung dengan artis DJ / kinerja Lady Starlight, dan pasangan membuat nama untuk diri mereka sendiri dengan proyek-proyek tahap seperti Lady GaGa dan Revue Starlight.

Minggu, 06 Februari 2011

Escape The Fate



Escape The Fate adalah sebuah band Post-Hardcore Amerika dari Las Vegas, Nevada dibentuk pada tahun 2004. Sejak pembentukan, mereka telah merilis satu EP dan dua full-length album studio, terakhir adalah ini This War Is Ours pada tanggal 21 Oktober 2008. studio album self-titled ketiga mereka ditetapkan untuk rilis November 2 Maret 2010.

Sejarah Band

Pembentukan dan Dying Is Your Latest Fashion (2005-2008)
Sebelum membentuk Escape the Fate, vokalis Ronnie Radke, bassis Max Green, drummer Robert Ortiz, gitaris Bryan Monte Money, dan irama gitaris Omar Espinosa berada di beberapa band bersama-sama.Pada bulan September 2005, Escape the Fate telah memenangkan kontes radio lokal dinilai oleh My Chemical Romance. pertunjukan ini diberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka sebuah tayangan di tur band headlining dengan Alkaline Trio dan Reggie dan penuh Efek, yang kemudian menyebabkan Escape the Fate kontrak rekaman dengan Epitaph.Pada tanggal 23 Mei 2006, band ini merilis debut EP berjudul There’s No Sympathy for the Dead. EP termasuk dua lagu yang kemudian pada album penuh mereka, Dying Is Your Latest Fashion. EP ini diproduksi oleh Michael Baskette dan membantu mendapatkan perhatian band dari label rekaman dan penggemar sama. Setelah rilis EP, keyboardist Carson Allen meninggalkan band untuk bergabung On the Last Day.Pada September 26, 2006 band ini merilis album pertama mereka full-length, Dying Is Your Latest Fashion.Pada tahun 2007 selama tur Black on Black, gitaris Omar Espinosa meninggalkan band karena masalah pribadi.
Ronnie Radke diminta untuk meninggalkan band setelah ia dijatuhi hukuman penjara untuk beberapa run-in dengan hukum yang melibatkan narkotika dan baterai untuk bertarung yang menuju ke kematian Michael Cook. Dia berada di sebuah band baru bernama  Falling in Reverse. Mereka akan mulai merekam album baru mereka, dan tur setelah Ronnie keluar dari penjara. Sebagaimana dinyatakan oleh Max Green, “Pertama kami tidak bisa wisata ke luar negeri, lalu keluar dari negara.”
This War Is Ours dan Deluxe Edition (2008-2010)Setelah keberangkatan Radke, mantan vokalis Blessthefall Craig Mabbitt bergabung dengan band, pertama sebagai pengganti sementara, dan kemudian sebagai anggota tetap.This War Is Ours dirilis pada tanggal 21 Oktober 2008. Ini termasuk single “The Flood”, “Something”, “10 Miles Wide”, and “This War Is Ours (The Guillotine Part II)”. Ini adalah album pertama yang menampilkan Craig Mabbitt sebagai vokalis Escape the Fate.Sebelum tur untuk This War Is Ours, band ini tidak pernah menyelesaikan tur penuh. Band ini kemudian pergi pada This War Is Ours tour dengan Attack Attack!, Burn Halo, William Control, and Black Tide.”The Flood” telah dirilis sebagai DLC dengan Warped Tour Pack untuk game Rock Band.
Band ini bergabung dengan Hollywood Undead dan Atreyu tur kejatuhan mereka, mulai 16 Oktober dan melakukan tur Eropa selama bulan Desember.
Escape the Fate mengumumkan melalui buletin MySpace bahwa mereka akan merekam video untuk “This War Is Ours (The Guillotine Part II)” pada tanggal 9 Januari 2010. Itu tercatat di Teater Yost di Santa Ana, California.
Pada tanggal 15 Februari Epitaph Records mengumumkan re-rilis album ini Perang Is Ours di deluxe edition CD / DVD. CD mencakup dua lagu baru yang belum pernah mendengar, kemudian diidentifikasi sebagai “Bad Blood” dan “Behind the Mask”, versi akustik “Harder Than You Know”, dan sebuah remix dirilis dari “This War Is Ours (Bagian Guillotine II)” yang disebut ” This War Is Mine “oleh Clown Of Slipknot. Hal ini juga datang dengan sebuah DVD yang menampilkan video musik baru untuk “This War Is Ours (The Guillotine Part II)”,”Something”, “The Flood”, and “10 Miles Wide” . Hal ini juga dilengkapi dengan sebuah film dokumenter tur dunia dan di belakang fitur musik. Hal ini dirilis April 27, 2010.
Escape the Fate tur Australia di Festival Soundwave, dan secara resmi mulai bermain “Bad Blood” sebagai bagian dari himpunan hidup mereka.
Pada tanggal 2 April 2010, band ini merilis video musik mereka untuk “This War Is Ours (The Guillotine Bagian II)” pada video MySpace. Escape the Fate juga berpartisipasi dalam konser, Extreme Thing, dan pada bulan Mei, The Bamboozle.
Pada tanggal 20 April, band ini merilis versi lengkap dari “Bad Blood” sebelum tanggal rilis rilis ulang di Voxbloc.com.
Self-titled album (2009-sekarang)Dalam wawancara selama Warped Tour 2009, Max Green menyatakan bahwa album ini akan menampilkan lagu yang ditulis bersama dengan Mick Mars Mötley Crüe, yang mendekati Escape the Fate untuk berkolaborasi pada beberapa lagu.Mulai 24 Juli 2010, mereka berangkat tur Selatan dan Amerika Tengah, negara tur adalah Brasil, Argentina, Colombia, Chile, Kolombia dan Venezuela.Mabbitt menyatakan lain melalui rekening Twitter bahwa album baru akan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Dia juga mengisyaratkan ke arah sana menjadi “Guillotine 3: The Aftermath” di album ini.Pada tanggal 26 Juli Escape the Fate diumumkan melalui MySpace beberapa update baru di album. Mereka telah resmi mengatakan bahwa catatan baru akan dirilis melalui label rekaman besar, DGC / Interscope, dan diproduksi oleh Don Gilmore (Linkin Park, Bullet For My Valentine, Hollywood Undead). Sudah diatur akan dirilis pada bulan November tahun ini. Max Green berkomentar di atasnya, berkata, “catatan ini adalah obat untuk epidemi musik modern, Kami adalah musik rock mengusap batu tulis bersih dan kembali menulis seperti yang Anda tahu itu.” Escape the Fate akan tur di Amerika Serikat, Kanada dan Eropa sebelum merilis album, tur dengan Bullet For My Valentine, Drive A dan Black Tide.
Band ini disajikan layout baru di myspace-nya dengan lagu intro dan counter 4 hari yang dimulai pada tanggal 24 Agustus, dengan judul “Choose Your Fate”, selain sekarang mereka memiliki halaman resmi.
Pada tanggal 31 Agustus, band ini merilis album baru single pertama, “Massacre.” Sebuah lagu baru yang disebut “Issues” dari album mendatang mereka sendiri berjudul, Escape the Fate, bocor melalui KROQ Radio pada tanggal 9 September. Band ini resmi merilis single radio baru, “Issues”, pada tanggal 15 September 2010. Video musik dari Issues, perdana Sebtember 28 di Youtube.